Manfaat Kalsium


Kalsium penting untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang dan gigi, pastinya Anda sudah tahu. Tapi ternyata, manfaat kalsium tak cuma itu. Apa saja manfaatnya, simak ulasan berikut. Tapi sebelum sampai pada aneka manfaat kalsium itu, ada baiknya Anda cermati dulu asupan kalsium Anda dan keluarga, apakah sudah mencukupi?

Pasalnya, di negara maju seperti Amerika saja, terjadi ‘krisis kalsium’ lantaran minimnya asupan kalsium di kalangan masyarakatnya. Mudah-mudahan sih hal ini tak terjadi pada keluarga Anda. Kalsium, seperti Anda tahu, banyak terkandung pada susu dan produk-produk olahan dari susu seperti keju, bahkan es krim.

Mungkin Anda mengira, orang Barat seperti masyarakat AS, kerap mengonsumsi susu, juga keju. Tapi ternyata, konsumsi susu, keju, juga es krim masyarakat AS terus berkurang dalam 35 tahun terakhir. Dan kekurangan itu, tak mampu ditutupi oleh kalsium dari sumber lain seperti sayuran berdaun hijau serta kacang-kacangan.

Sekitar 30 persen anak-anak berusia 12 bulan sampai lima bulan di Amerika sana, tidak mendapatkan asupan kalsium dari menu harian mereka. Kekurangan kalsium makin menjadi di kalangan remaja. Diperkirakan, 90 persen remaja putri dan 70 persen remaja pria tidak mendapatkan asupan mineral penting ini secara cukup.

Gambaran yang tak jauh berbeda juga terjadi pada kelompok usia dewasa. Di sini, sembilan dari 10 wanita, dan tujuh dari 10 pria, kekurangan kalsium. Di Indonesia sendiri keadaannya tidak lebih baik. Bahkan bisa dibilang, asupan kalsium orang Indonesia rendah sekali yakni sekitar 260-300 miligram per hari.

Padahal, kebutuhan kalsium untuk orang dewasa dan muda adalah 600-1.000 miligram per hari. Sedangkan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan orang tua adalah sekitar 1.000-1.500 miligram per hari.

Berawal dari sarapan
Studi oleh para peneliti dari Rumah Sakit Anak Boston menunjukkan, kurangnya asupan kalsium berasal dari kebiasaan sebagian besar orang yaitu melupakan sarapan. Padahal, selain memberikan energi, sarapan juga akan memberi kita asupan kalsium.

Dari segelas susu atau jus jeruk, serta setangkup roti dengan keju atau selai kacang, asupan kalsium akan kita peroleh. Sayangnya, sebagian dari kita, dengan berbagai alasan kerap melupakan sarapan. Celakanya, minimnya asupan kalsium masih berlanjut, bahkan ketika kita bersantap di restoran.

Memang, banyak hidangan di restoran yang tampaknya sarat kalsium. Itu misalnya, tercermin dari taburan keju atau lembaran keju yang ada di makanan itu. Tapi jangan cepat puas dulu. Sebab, ada kalanya, keju yang dipakai adalah keju kualitas rendah sehingga kandungan kalsiumnya pun rendah pula. Kebiasaan kita minum minuman bersoda juga menjadi penyebab lain kurangnya asupan kalsium.

Di Amerika misalnya, jika 60 tahun silam, orang minum susu empat kali lebih banyak ketimbang soda, maka kini, perbandingan itu telah berubah. Sekarang, mereka malah minum soda 2,5 kali lebih sering ketimbang susu. Perbandingan ini juga berlaku untuk anak-anak dan remaja.

Anak-anak yang tengah beranjak dari sekolah dasar ke sekolah menengah, cenderung telah mengganti susu dengan minuman bersoda yang kaya gula. Mereka merasa lebih gaya minum minuman bersoda, ketimbang minum susu. Sementara kebanyakan remaja putri cenderung menghindari susu karena takut gemuk.

Beragam Manfaat
Jika selama ini Anda mengira, kalsium hanya mampu menguatkan tulang dan gigi, artinya Anda mesti merevisi anggapan itu. Penelitian menunjukkan, kalsium tak cuma menguatkan tulang. Mineral ini juga bisa membantu menurunkan tekanan darah, juga mengurangi risiko diabetes (kencing manis).

Kalsium juga melakukan fungsi sinyal dalam sel-sel tubuh kita. “Singkat kata, kadar kalsium dalam darah yang tetap terjaga sangat penting untuk kelangsungan hidup kita dari menit ke menit,” kata Michael B Zemel PhD, direktur Lembaga Gizi, Universitas Tennessee, Knoxville, AS. Selain itu, yang mungkin tak Anda duga, kalsium juga membantu membakar lemak lho.

Ini tentu berita baik untuk mereka yang kelebihan berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang mengonsumsi makanan berbahan dasar susu tiga kali sehari, peluangnya untuk mengalami kegemukan 84 persen lebih kecil ketimbang wanita yang tidak mengonsumsi susu dan produk-produk olahan susu. Mungkin, Anda agak ragu dengan hasil penelitian ini.

Bagaimana mungkin, mengonsumsi susu kok tidak bikin gemuk? Tapi para ahli punya pendapat sendiri, dan pendapat mereka sangat layak Anda simak. Kata mereka, jika seseorang kekurangan kalsium, maka tubuhnya akan menghasilkan calcitriol, yaitu hormon yang memperlambat proses pemecahan lemak di dalam tubuh.

Nah, pada mereka yang asupan kalsiumnya cukup, tentu tak akan bermasalah dengan calcitriol ini. Perlu juga Anda catat, kalsium juga mengurangi risiko beberapa jenis kanker usus besar. Begitu kesimpulan sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard.

Penurunan risiko ini terjadi karena kalsium mampu mengikat lemak yang ada di saluran pencernaan. Alhasil, Anda tidak akan mendapat efek buruk dari lemak yang menumpuk di usus besar. Jadi jelas bukan, betapa pentingnya kalsium untuk tubuh kita? Makanya, jangan sampai mengalami ‘krisis kalsium’.

Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.
Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia:
Mengaktifkan saraf
Melancarkan peredaran darah
Melenturkan otot
Menormalkan tekanan darah
Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
Mencegah penyakit jantung
Menurunkan risiko kanker usus
Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan
Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kehilangan akan mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya mengalami masalah kekurangan kalsium.
Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dan sebagainya.
Sebuah penelitian bertajuk ” Journal of Nutrition Education and Behaviour” menyebutkan bahwa remaja dan orang dewasa sering kali mengalami kekurangan kalsium karena kurangnya konsumsi susu. Sering kali meeka juga tidak begitu peduli terhadap petingnya kalsium bagi tubuh. Penelitian ini tidak menitikberatkan seputar susu saja tetapi lebih kepada kalsium itu sendiri.
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya.
Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.
Para peneliti juga menemukan bahwa laki-laki dan perempuan selama masa transisi remaja menuju dewasa awal hanya mengkonsumsi kalsium sekitar 153 miligram dan 194 miligram. Kadar konsumsi tersebut jelas jauh di bawah batas ideal konsumsi kalsium manusia yang ditetapkan World Health Organization yakni 1.300 miligram (usia 9-18 tahun), 1.000 miligram (19-50 tahun), dan 1.200 miligram (di atas 51).
Apa masalah yang bisa kita dapatkan jika kekurangan kalsium? Menurut data yang dikeluarkan WHO, kekurangan kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Memang untuk ukuran Indonesia, terlebih harga susu yang sangat mahal, kebutuhan akan 1.000 miligram kalsium sangat sulit untuk dipenuhi. Maka dari itu, tidak aneh apabila sebagian besar masyarakat Indonesia kekurangan kalsium.
Kekurangan kalsium jelas menjadi masalah bagi tubuh terutama tulang. Pertumbuhan tulang menurut beberapa peneliti hanya bisa terjadi sampai di usia 20 tahun. Padahal remaja seumuran itu justu berhenti mengkonsumsi susu. Di Indonesia, kebiasaan minum susu hanya terjadi pada masa bayi dan balita saja. Setelah itu, mayoritas masyarakat Indonesia tidak peduli akan pentingnya konsumsi kalsium ini.
Penyakit akibat kekurangan kalsium
Seperti yang disebutkan diatas, kekurangan kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Beberapa penyakit yang mungkin timbul diantaranya adalah:
Nyeri otot tulang
Kekurangan kalsium menyebabkan pergerakan yang tidak normal pada seluruh otot licin dan otot jantung, sehinga tubuh kehilangan kelincahan, pengendalian keseimbangan, gerakan dan kemampuan koordinasi. Gerakan tubuh ditentukan oleh stimulasi otot tulang, sementara rangsangan otot tulang timbul karena peran kalsium yang sangat penting. Jika asupan kalsium dalam tubuh tidak memadai, maka akan terjadi nyeri pada otot tulang.
Keropos tulang/osteoporosis
Kalsium dalam tubuh berperan sebagai elemen ang memberi kekerasan pada tulang. Oleh karena itu, kalsium mampu membentuk kerangka yang mampu menanggung berat badan. Jika dalam tulang tidak terdapat endapan kalsium yang cukup, maka akan terjadi kekacauan dalam metabolisme sel tulang, hingga volume tulang berkurang.
Kekebalan tubuh berkurang
Kekuranan kalsium mampu memicu terjadinya penurunan kekebalan tubuh. Karena dengan kekurangan imunitas tubuh terhadap serangan penyakit, maka dengan sangat mudah terjangkit berbagai penyakit yang seharusnya bisa ditangkal oleh system kekebalan tubuh.
Daya ingat berkurang
Ion kalsium berperan penting dalam proses pengeluaran dan pengiriman sinyal syaraf. Rangsangan pada syaraf otak besar berhubungan erat dengan transmisi ion kalsium di dalam dan diluar neuron. Ketika organisme kekurangan kalsium, dendosignal syaraf juga mengalami hambatan mekanisme rangsangan dalam tubuh manusia juga mengalami kerudakan. Gejala pada anak anak mudah kaget, menangis di malam hari, resah, sulit tidur dan super aktif.
Ganguan dalam jantung
Jantung mengemban tugas untuk mempertahankan nyawa. Meski hanya sebesar kepalan tangan, jantung mampu mengantarkan darah setiap saat kesetiap sel dalam tubuh. Kemampuan ini berasal dari konstraksi otot jantung secara terus menerus. Padahal konstraksi dan ekspansi jantung serta penyimpanan dan pengunaan energinya tidak lepas dari pengaruh kalsium.
Akibat kekurangan kalsium dapat menimbulkan bebrapa penyakit seperti disebutkan di atas. Maka dari itu mulailah menkonsumsi kalsium demi menjaga tubuh anda dari penyakit. Anda dapat memperoleh kalsium tidak hanya dari susu saja, sayuran hijau seperti bayam, brokoli dam sawi, ikan teri kering udang kering, tahu kacang-kancangan, salmon, sardine merupakan makanan yang mengandung kalsium yang berguna bagi tubuh anda.
Saat ini tersedia banyak produk yang ‘diiklankan’ mampu memenuhi kebutuhan kalsium harian. Mulai dari susu yang diperkaya dengan kalsium, tablet kalsium rasa buah-buahan, sampai minuman penyegar berkalsium.

Kalsium, merupakan salah satu mineral yang memegang peran penting pada berbagai proses yang terjadi dalam tubuh. Mineral ini berguna untuk membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi agar tetap sehat, mencegah osteoporosis, membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka, menghantarkan sinyal ke dalam sel-sel saraf, mengatur kontraksi otot, membantu transport ion melalui membran, serta sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim.
Quote
Kebutuhan kalsium berbeda untuk setiap umur. Perbedaan tersebut terlihat dari daftar berikut :

1. Bayi 300 – 400 mg
2. Anak-anak 500 mg
3. Remaja 600 – 700 mg
4. Dewasa 500 – 800 mg
5. Ibu hamil dan menyusui 900 – 1200 mg
Kurangnya konsumsi kalsium dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, tulang rapuh, dan kejang otot.  Selain itu, mudah terjadi infeksi saluran kemih. Rendahnya kadar kalsium juga mempengaruhi penyerapan mineral lain seperti Fe, Zn, dan Mg.

Sumber kalsium terbaik adalah dari makanan sehari-hari. Bahan makanan seperti sayur-sayuran hijau (misalnya, bayam, daun ubi, brokoli, sawi), ikan teri, udang kering, tahu, kacang-kacangan, ikan salmon, ikan sarden, susu dan hasil olahannya, merupakan contoh makanan yang kaya kalsium.

Jika asupan makanan kita sehari-hari kurang kalsium, sebagai alternatif terakhir adalah mencukupi kebutuhan tersebut dari suplemen kalsium. Tapi ingat, jangan berlebihan. Karena, konsumsi kalsium yang terlalu tinggi (lebih 2500 mg/hari) dapat menyebabkan batu ginjal dan susah buang air besar (konstipasi).

* Ikan teri kering
* Udang kering
* Tahu
* Kacang-kacangan
* Salmon, sardine
* Susu & hasil olahannya

Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya.
Quote
Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.

Sumber Kalsium

* Sayur-sayuran hijau (bayam, brokoli, sawi)
* Ikan teri kering
* Udang kering
* Tahu
* Kacang-kacangan
* Salmon, sardine
* Susu & hasil olahannya

Fungsi Kalsium

* Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang sehat
* Mencegah osteoporosis
* Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka
* Menghantarkan signal ke dalam sel-sel saraf
* Mengatur kontraksi otot
* Membantu transport ion melalui membran
* Sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim yang mengatur proses pencernaan, energi dan metabolisme lemak

Gejala Kekurangan Kalsium

1. Gangguan pertumbuhan
2. Tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh
3. Kekejangan otot

Gejala Kelebihan Kalsium

Kelebihan kalsium tejadi apabila mengkonsumsi kalsium sebesar 2500 mg/hari. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar)

Kalsium adalah mineral yang paling banyak diperlukan oleh tubuh. Kebutuhan harian kalsium adalah 800 mg untuk dewasa di atas 25 tahun dan 1.000 mg setelah usia 50 tahun. Ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi 1.200 mg kalsium per hari. Kebutuhan kalsium anak-anak dan remaja meningkat sesuai usia: Bayi berumur s.d. 5 bulan : 400 mg Bayi 6 bulan s.d. 1 tahun : 600 mg Anak usia 1 s.d. 10 tahun : 800 mg Remaja usia 11 s.d. 24 tahun: 1.200 mg Sekitar 99% kalsium berada pada jaringan tulang dan gigi, sisanya berada di darah dan sel-sel tubuh.

Manfaat kalsium bagi tubuh, antara lain: Pembentukan dan Pemeliharaan Tulang dan Gigi. Anak-anak memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit rickets. Orang dewasa membutuhkan kalsium untuk terus-menerus meremajakan sistem tulang dan giginya. Mineral di tulang dan gigi kita tergantikan 100% setiap tujuh tahun sekali. Mencegah Osteoporosis. Bila tidak mendapat cukup kalsium dari makanan, tubuh akan mengambilnya dari “bank kalsium” pada persendian tangan, kaki dan tulang panjang lainnya. Kekurangan konsumsi kalsium dalam waktu lama akan mengakibatkan tubuh mengambilnya langsung dari tulang-tulang padat. Hal ini mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah (osteoporosis). Bila seorang wanita dari umur 20 tahun setiap harinya mengkonsumsi kalsium 400 mg lebih rendah dari pada yang dibutuhkan, pada umur 55 tahun tulangnya keropos 1/3 bagiannya.

Penyimpanan Glikogen.

Kalsium berperan dalam proses penyimpanan glikogen. Bila tidak ada kalsium, tubuh akan merasa lapar terus-menerus karena tidak dapat menyimpan glikogen. Melancarkan fungsi otot, otak dan sistem syaraf. Otot, otak dan sistem syaraf membutuhkan kalsium agar dapat berfungsi optimal. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan spasme (kejang) otot dan gangguan fungsi otak dan sistem syaraf. Terlalu banyak kalsium dapat berbahaya bagi tubuh. Tubuh tidak dapat menyerap kalsium bila tidak memiliki cukup magnesium dan fosfor. Magnesium dan fosfor mengubah bentuk kalsium sehingga dapat diserap tubuh. Kalsium dan magnesium diedarkan oleh tubuh melalui albumin dalam darah. Terlalu banyak kalsium akan membuat magnesium terdesak dari albumin sehingga tidak tersalurkan lewat darah dan tubuh akan kekurangan magnesium. Bila tidak cukup mendapat magnesium, ginjal tidak dapat memproses kalsium sehingga dapat terjadi endapan batu ginjal.

Selain fosfor dan magnesium, vitamin D, zinc dan zat besi juga diperlukan dalam pengolahan kalsium dan dapat terdesak peranannya oleh kalsium yang berlebihan. Konsumsi kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, zinc dan zat besi harus berimbang agar tubuh tetap sehat. Minum berlebihan dan olahraga berat dapat membuang banyak kalsium dan magnesium dari tubuh. Tambahkan konsumsi kalsium setelah bekerja dan berolah raga berat. Jangan minum berlebihan. Suplemen kalsium biasanya tidak dibutuhkan bila konsumsi harian Anda cukup mengandung makanan yang kaya kalsium.

Berikut adalah beberapa porsi makanan dan kandungan kalsiumnya: Susu satu cangkir (350 mg) Segelas jus jeruk (290 mg) Satu kerat keju (200 – 250 mg) Sepotong pizza (230 mg) Sekaleng sarden (185 mg) Setangkup es krim (90 mg) Secangkir brokoli (76) Sepotong besar tahu/tempe (258 mg). (dr. Salma)
Selenium adalah trace mineral penting untuk menjaga kesehatan tetapi hanya diperlukan dalam jumlah yang kecil. Selenium digabungkan ke dalam protein untuk memproduksi seleno-protein yang merupakan enzim anti-oksidan yang penting. Kandungan anti-oksidan berupaseleno-protein membantu pencegahan kerusakan sel akibat radikal bebas. Radikal bebas merupakan produk sampingan alam dari metabolisme oksigen yang bisa ikut menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Seleno-protein yang lain membantu mengatur fungsi tiroid dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
Manfaat Selenium:
1. Membantu mengurangi terjadinya beberapa jenis penyakit kanker tertentu dan meningkatkan fungsi hati secara normal.
2. Membantu mengusir virus.
3. Menghindarkan penyakit jantung dan mineral beracun danmenetralisir alkohol, asap dan beberapa jenis lemak.
4. Membantu meningkatkan keperkasaan pria.
5. Menjaga kesehatan mata dan penglihatan, serta rambut dan kulit.
Kekurangan Selenium:
1. Memacu terjadinya penyakit jantung, produksi kelenjar gondok yang terlau rendah, melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Seng merupakan mineral penting yang ditemukan di hampir setiap sel. Seng menstimulir kegiatan dari kurang lebih 100 enzim, yang merupakan zat untuk meningkatkan reaksi biokimia dalam tubuh anda. Seng menopang sistem kekebalan yang sehat dan diperlukan untuk penyembuhan luka, membantu mempertahankan indra perasa dan penciuman, serta diperlukan untuk proses sintesa DNA. Seng juga membantu pertumbuhan dan perkembangan yang normal selama kehamilan, masa kanak-kanak dan dewasa.
Manfaat Seng:
1. Mempertahankan indra penglihatan, penciuman dan perasa.
Meningkatkan sistem kekebalan, mempercepat penyembuhan, mengatasi selesma atau pilek. Melindungi terhadap masalah prostat. Membantu melindungi terhadap kanker.
2. Membantu menjaga keperkasaan pria dan mengurangi timbunan kolesterol. Baik untuk kesehatan rambut dan kulit.Penting untuk menjaga kondisi sel.
3. Membantu mempertahankan kemampuan mental pada mereka yang berusia lanjut.
Kekurangan Seng:
1. Tanda-tanda kekurangan seng mencakup keterlambatan pertumbuhan, kerontokan rambut, diare, impotensi, luka pada mata dan kulit, serta kehilangan nafsu makan.

Kalsium untuk Cegah Osteoporosis
Kejadian osteoporosis perlu diwaspadai karena dilihat dari penyebabnya yang multifaktor, sebagian masyarakat kita telah menjadi kelompok beresiko terhadap penyakit ini. Namun problem sekunder yang sering terjadi adalah akibat penyusutan tulang yang tidak teramati efeknya, berupa timbulnya gejala rasa nyeri, kelainan bentuk tulang, tinggi badan tidak tumbuh maksimal, dan retak tulang.
Osteoporosis secara harfiah dapat diartikan tulang porous (berongga), yaitu keadaan di mana masa tulang berkurang dan menjadi rapuh.  Pada kondisi tersebut komposisi tulang barangkali tidak berubah, tetapi berat tulang per unit volume menjadi berkurang.  Pada stadium lanjut penderita osteoporosis akan mudah mengalami patah tulang jika terbentur atau jatuh, terutama pada bagian tangan, pinggang, dan tulang belakang.
Berdasarkan hasil analisa data Risiko Osteoporosis pada tahun 2005 yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi dan Makanan Depkes yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan nutrisi di 16 wilayah Indonesia.  Prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) di Indonesia sebesar 41,7 persen.  Data ini berarti bahwa dua dari lima penduduk Indonesia memiliki risiko untuk terkena osteoporosis.  Angka ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, yakni satu dari tiga orang berisiko osteoporosis (Republika Online, 5 Desember 2006).
Tulang pada tubuh
Kalsium (Ca), fosfor (P), dan magnesium (Mg) merupakan komponen utama pembentuk tulang.  Sebagai mineral terbanyak, berat Ca yang terdapat pada kerangka tulang orang dewasa kurang lebih satu kilogram.  Penyimpangan mineral dalam tulang akan mencapai puncaknya (peak bone mass atau PBM) sekitar umur 20-30 tahun.  Pada periode PBM ini jika masa tulang tercapai dengan kondisi maksimal akan dapat menghindari terjadinya osteoporosis pada usia berikutnya.  Pencapaian PBM menjadi rendah jika individu kurang berolahraga, konsumsi Ca rendah, merokok, dan minum alkohol.
Bagi orang Indonesia, konsumsi Ca berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) tahun 2004, untuk usia 10-18 tahun (laki-laki dan wanita) adalah 1000 miligram perhari. Sedangkan untuk usia > 19 tahun (laki-laki dan wanita) adalah 800 miligram perhari.  Konsumsi akan meningkat menjadi 950 miligram perhari untuk wanita yang sedang hamil dan menyusui.
Multifaktor
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa osteoporosis tidak disebabkan oleh faktor tunggal, meskipun selama ini hanya kekurangan Ca paling sering dianggap sebagai penyebab utama timbulnya osteoporesis.  Tidaklah mengherankan bila dalam iklan disebutkan bahwa suplemen Ca dibesar-besarkan sebagai pencegah osteoporosis.
Jenis kelamin
Wanita lebih beresiko tinggi terkena osteoporosis karena memiliki ukuran tulang yang lebih kecil dibandingkan pria, sehingga densitasnya juga lebih rendah.  Tulang akan menyusut terutama pada saat menupouse akibat proteksi hormon estrogen menurun drastis.  Selain itu, pada saat hamil dan menyusui seorang ibu jika kurang mengkonsumsi makanan yang kaya akan Ca, maka sebagian Ca tulang ibu akan terserap untuk kebutuhan bayinya.
Riwayat keluarga
Seseorang termasuk berisiko tinggi bila orang-tuanya juga menderita osteoporosis.  Faktor genetik ini terutama berpengaruh pada ukuran dan densitas tulang.  Disamping itu keluarga juga berpengaruh dalam hal kebiasaan makan dan aktivitas fisik.
Aktivitas fisik
Kurang kegiatan fisik menyebabkan ekresi Ca yang tinggi dan pembentukan tulang (periode PBM) tidak maksimum.  Namum aktivitas fisik yang terlalu berat pada usia menjelang menopouse justru dapat menyebabkan penyusutan tulang.
Rokok dan alkohol
Mekanismenya masih belum jelas, tetapi dengan merokok orang lebih cendrung lebih kurus dan lebih cepat mengalami menopouse.  Hal inilah yang dianggap pemicu terjadinya osteoporosis pada wanita.  Alkohol dapat mengurangi penyerapan Ca akibat terjadinya gangguan pada usus halus.
Mengatur konsumsi pangan
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa perilaku konsumsi pangan erat kaitannya dengan resiko seseorang terkena penyakit tertentu, hal ini juga berlaku untuk osteoporosis.  Pengaruhnya bisa berdampak langsung maupun tidak langsung, untuk itu perlu diketahui hal-hal yang berkaitan dengan pola konsumsi seseorang.
1. Konsumsi protein yang tinggi membuat resiko pengeluaran kalsium pada urin meningkat (hypercalciuric) sehingga keseimbangan Ca dalam tubuh menjadi negatif.  Protein yang tinggi kandungan fosfornya, seperti daginig dapat menimbulkan keseimbangan negatif Ca.
2. Konsumsi serat makanan (serealia, sayuran, dan buah) akan menyebabkan peningkatan ekskresi (pengeluaran) Ca.  Pada waktu konsumsi serat tinggi, keseimbangan metabolisme Ca dapat dicapai jika konsumsi Ca juga tinggi.
3. Kandungan sodium.  Meningkatnya konsumsi garam menyebabkan bertambahnya ekskresi Ca pada urin.  Pada usia muda tubuh mampu beradaptasi sehingga keseimbangan Ca tidak berubah, tetapi hal tersebut tidak terbukti pada wanita usia lanjut.
4. Vitamin D.  Meskipun osteoporosis tidak disebabkan oleh kekurangan vitamin D, tetapi dilaporkan bahwa suplemen Ca dengan vitamin D dapat mencegah terjadinya keropos tulang.
5. Vitamin K.  Pada wanita penderita osteoporosis dijumpai serum vitamin K yang lebih rendah.
6. Konsumsi kafein.  Ekskresi Ca meningkat pada peminum kopi dan peningkatan ini akan terlihat sangat nyata jika konsumsi kopi melebihi 15 gelas per hari (kadar kafein lebih dari satu gram).
Penanggulangan osteoporosis yang populer selama ini adalah dengan pemberian suplemen Ca.  Namun bagi individu yang beresiko terhadap batu ginjal, dianjurkan untuk tidak menggunakannya.  Kelebihan konsumsi Ca karena suplemen dapat menyebabkan konstipasi dan menghambat penyerapan mineral lainnya.
Ada banyak pilihan bahan pangan yang kaya akan Ca, misalnya susu dan produk olahannya, sayuran berwarna hijau, kerang, ikan, kedelai dan produk olahannya seperti tahu dan tempe.  Merupakan pilihan bijak untuk mengkonsumsi bahan pangan yang banyak kandungan Ca-nya, sehingga kecukupan asupan Ca akan terpenuhi.  Dengan konsumsi pangan yang cukup mengandung Ca, tetap berolahraga, tidak merokok, dan tidak minum alkohol maka kesehatan tulang dapat dijaga.
>>>
spipat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s